Edaran Dirjen Pendis Tentang Pelaksanaan Kurikulum Pembelajaran Pada Raudlatul Athfal (RA)

Dalam rangka menindaklanjuti Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3469 tanggal 20 Juni 2016 tentang Kurikulum Raudlatul Athfal dan SK Dirjen Nomor 5611 Tahun 2016 tanggal 23 September 2016 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Pembelajaran Siswa Raudlatul Athfal, tertanggal 23 November 2016 Direktur Jenderal Pendidikan Islam menerbitkan Surat Edaran Nomor : 4576/Dj.I/Dt.I.I/PP.00.4/11/2016 yang antara lain menympaikan beberapa hal terkait dengan Pelaksanaan Kurikulum Pembelajaran Pada Raudlatul Athfal (RA).

Edaran Dirjen Pendis Tentang Pelaksanaan Kurikulum Pembelajaran Pada Raudlatul Athfal (RA)

Edaran Dirjen Pendis Tentang Pelaksanaan Kurikulum Pembelajaran Pada Raudlatul Athfal (RA)
Surat edaran Dirjen Pendis yang ditanda tangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam tersebut antara lain menyampaikan beberapa point penting diantaranya sebagai berikut :

Pelaksanaan pembelajaran pada jenjang Pendidikan Raudlatul Athfal mengacu pada pedoman Kurikulum RA sebagaimana telah ditetapkan melalui SK Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3469 tanggal 20 Juni 2016;
Penilaian hasil pembelajaran anak pada RA mengikuti standar penilaian yang tertuang pada Petunjuk Teknis Penilaian Pembelajaran Siswa RA sebagaimana telah ditetapkan melalui SK Dirjen Nomor 5611 Tahun 2016 tanggal 23 September 2016;
Lembaga Pendidikan Raudlatul Athfal dapat mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dengan kearifan lokal daerah setempat.

Untuk lebih memahaminya silahkan unduh pada tautan dibawah ini :

Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3469 tanggal 20 Juni 2016 tentang Kurikulum Raudlatul Athfal.
SK Dirjen Nomor 5611 Tahun 2016 tanggal 23 September 2016 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Pembelajaran Siswa Raudlatul Athfal.
Surat Edaran Nomor : 4576/Dj.I/Dt.I.I/PP.00.4/11/2016

Gaji GTT/PTT Bakal Dicairkan

SURABAYA - Akhirnya, kini Guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di Surabaya bisa bernapas lega. Karena, Kemendagri sudah memberi restu untuk pencairan bantuan operasional pendidikan daerah (bopda) triwulan IV.

Gaji GTT/PTT Bakal Dicairkan

Dengan keputusan tersebut, gaji guru aman hingga Desember. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya Reni Astuti hadir pada konsultasi di Kemendagri kemarin (21/11). Pertemuan tersebut berlangsung sejak pukul 09.300 hingga 15.00. Tidak hanya Surabaya, berbagai kota juga diundang pada forum yang membahas masalah peralihan kewenangan yang diatur Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 itu.

"Bopda 2016 dari pemkot siap cair," ujar politikus PKS tersebut. Masalahnya, gaji GTT/PTT tidak lagi ditanggung Pemkot Surabaya terhitung sejak 1 Januari 2017. Kewenangan SMA/SMK berpindah ke Provinsi Jatim. Sebelumnya, Gubernur Jatim Soekarwo memastikan GTT/PTT bakal ditanggung provinsi meski GTT/PTT dilantik bupati atau wali kota. Tapi, selama ini gaji GTT/PTT Surabaya dibayar sesuai UMK. Sementara itu, kekuatan dana provinsi belum mampu menutup nominal gaji tersebut.

Reni menerangkan, untuk permasalahan gaji 2017, belum ditentukan opsi penganggarannya. Sejauh ini GTT/PTT menerima gaji dari anggaran bopda. Namun, hasil rapat Kemendari menyebut daerah tak boleh menganggarkan bopda karena sudah tidak memiliki kewenangan. Lalu, bagaimana Surabaya yang telanjur menganggarkan bopda di KUAPPAS? Kemendagri dengan tegas melarang.

"Nanti saat penyusunan APBD 2017 disesuaikan. Masih ada waktu sampai 30 November," jelas anggota Komisi D DPRD Surabaya itu. Reni berharap gaji GTT/PTT bisa dicairkan sebelum Hari Guru 25 November. Bila lebih dari itu, para guru bakal merayakan hari istimewa tersebut dengan tangan hampa.

Kabar pencairan bopda oleh Kemendagri tersebut direspons positif oleh Koordinator GTT dan PTT Jatim Eko Mardiono. Keputusan itu membawa angin segar bagi GTT dan PTT yang selama ingin ngempet memenuhi kebutuhan ekonomi. "Kami bersyukur bopda bisa dicarikan. Dengan itu, GTT dan PTT tak perlu khawatir lagi," jelasnya.

Dengan keputusan itu, Eko berharap seluruh sekolah bisa segera berkoordinasi untuk mencairkan dana tersebut pada setiap GTT dan PTT. Sebab, saat ini banyak guru yang sudah menunggu pencairan itu. "Kami berharap gaji ini langsung dirapel selama tiga bulan hingga Desember nanti. Sebab, saat ini sudah memasuki pertengahan November," ungkap kepala staf tata usaha (TU) SMPN 37 tersebut. Sejak gaji macet, tutur Eko, banyak guru yang sambat kepadanya. Di antaranya, mereka harus berutang sana-sini untuk memenuhi kebutuhan harian. Mayoritas guru mengalami pemotongan gaji sejak Oktober.

Meski telah mendapat persetujuan pencairan selama Desember, Eko menyampaikan tetap mengawal pencairan bantuan tersebut. Terutama saat pengalihan wewenang SMA/SMK resmi dijalankan pada Januari 2017.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman berharap semua pihak bisa berperan dalam urusan pembiayaan pendidikan. Termasuk SMA/SMK. Baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten/kota. "Karena ini urusan anak bangsa, semua pihak harus berperan," katanya.

Terkait dengan pendanaan yang bisa diberikan Pemkot Surabaya kepada Pemprov Jatim untuk siswa asal Surabaya, Saiful tidak berkeberatan. Termasuk jika ada pendanaan tambahan untuk gaji honorer agar bisa mencapai upah minimum Kota Surabaya. Sebab, setiap daerah memiliki standar gaji yang berbeda.
source: jpnn

Mendikbud Moratoriumkan Ujian Nasional

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akhirnya menghentikan pelaksanaan ujian nasional (UN). 

Mendikbud Moratoriumkan Ujian Nasional

Kebijakan ini lantaran UN tidak lagi menjadi faktor utama kelulusan‎ dan hanya menghabiskan anggaran yang besar.

"Kajian untuk memoratoriumkan UN sudah tuntas. Ini sudah kami ajukan ke presiden, tinggal menunggu persetujuan beliau saja," kata Menteri Muhadjir di Jakarta, Kamis (24/11).

Dasar utama moratorium UN, lanjutnya, karena UN fungsinya hanya pemetaan dan bukan kelulusan.‎ "Memang kami ingin mengembalikan evaluasi itu menjadi hak dan wewenangnya guru baik pribadi maupun kolektif. Negara cukup membuat regulasi dan mengawasi," terangnya.

Bagaimana supaya standar kelulusan mengikuti standar nasional, menurut Muhadjir tetap pada koridor tersebut. Dan ini harus diterapkan di masing-masing sekolah, kab/kota, provinsi.
source: jpnn

Sertifikasi Guru RA Dan Madrasah Tahun 2016 Ditunda Pelaksanaanya

Kami sampaikan bahwa baru-baru ini telah beredar Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 5971 Tahun 2016 Tentang Penetapan Calon Peserta Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Bagi Guru Madrasah Untuk Mata Pelajaran Umum Tahun 2016.

Sertifikasi Guru RA Dan Madrasah Tahun 2016 Ditunda Pelaksanaanya

Dalam lampiran SK Dirjen Pendis Nomor 5971 Tahun 2016 tersebut memuat daftar calon Peserta Sertifikasi Guru dalam Jabatan Bagi Guru Madrasah untuk Mata Pelajaran Umum Tahun 2016 yang terdiri atas Guru Kelas RA, Guru Kelas MI, dan Guru Mata Pelajaran Umum pada MTs dan MA di seluruh Indonesia. Betapa bahagianya rekan-rekan guru RA dan Madrasah yang namanya masuk didalam SK Dirjen Pendis ini.

Namun rupanya kebahagiaan guru RA dan Madrasah tersebut tidaklah berlangsung lama dan harus segera menggantinya dengan kesabaran. Hal tersebut dikarenakan tertanggal 10 Nopember 2016 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah menerbitkan Surat Edaran Nomor : 4395/DJ.T/PP.00.6/Lr/2016 Perihal Penundaan Pelaksanaan Program Sertifikasi Guru Madrasah Tahun 2016.

Dalam Surat Edaran yang ditujukan kepada Para Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi, Para Kepala Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Para Kepala Madrasah Negeri dan Para Ketua Rayon Panitia Sertifikasi Guru (PSG), Direktur Jenderal Pendidikan Islam menyampaikan bahwa sehubungan dengan pelaksanaan efisiensi anggaran pada program Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, bersama ini kami sampaikan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melakukan penyesuaian dengan penghematan angaran pada DIPA tahun anggaran 2016.

Oleh karena itu, pelaksanaan program sertifikasi guru madrasah dalam jabatan tahun 2016 ditunda pada tahun berikutnya. Adapun calon peserta yang sudah ditetapkan melalui Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 5971 Tahun 2016 akan dijadikan sebagai bakal calon peserta sertifikasi guru tahun 2017.

Silahkan di download Surat Edaranya pada tautan dibawah ini :
SURAT EDARAN DIRJEN PENDIS PERIHAL PENUNDAAN PELAKSANAAN PROGRAM SERTIFIKASI GURU MADRASAH TAHUN 2016

Dengan terbitnya Surat Edaran tersebut maka sekali lagi kepada rekan-rekan Guru RA dan Madrasah yang sebelumnya direncanakan akan melaksanakan PLPG pada tahun 2016 ini harus bersabar dan tetap bersyukur karena waktu dalam mempersiapkan diri untuk melaksanakan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) lebih panjang yakni kurang lebih satu tahun yang akan datang.

Kumpulan Soal Latihan US,UN - MI,SD 2016

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Republik Indonesia nomer 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional.

Kumpulan Soal Latihan US,UN - MI,SD 2016

Dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala,menyeluruh,transparan dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.

Proses pemantauan evaluasi tersebut Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD/MI) biasanya disebut US/UN. Pada tingkat SD/MI terdapat 3 mata pelajaran yang diujikan yaitu:
  • Bahasa Indonesia
  • Matematika
  • Ilmu Pengetahuan Alam

Berikut adalah sekumpulan latihan soal US,UN untuk MI,SD yang bisa digunakan sebagai bahan referensi dan latihan.

SD/MI Bahasa Indonesia
Prediksi Soal UN/US SD/MI Bahasa Indonesia Paket 1
Prediksi Soal UN/US SD/MI Bahasa Indonesia Paket 2

SD/MI Matematika
Prediksi Soal UN/US SD/MI Matematika Paket 1
Prediksi Soal UN/US SD/MI Matematika Paket 2

SD/MI IPA Paket 1
Prediksi Soal UN/US SD/MI IPA Paket 2

Kumpulan Soal US/UN Bahasa Indonesia
Prediksi US-UN SD-MI Bahasa Indonesia 1 Download
Prediksi US-UN SD-MI Bahasa Indonesia 2 Download
Prediksi US-UN SD-MI Bahasa Indonesia 3 Download
Prediksi US-UN SD-MI Bahasa Indonesia 4 Download

Kumpulan Soal US/UN Matematika
Prediksi US-UN SD-MI Matematika 1 Download
Prediksi US-UN SD-MI Matematika 2 Download
Prediksi US-UN SD-MI Matematika 3 Download
Prediksi US-UN SD-MII Matematika 4 Download

Kumpulan Soal US/UN IPA
Prediksi US-UN SD-MI IPA 1 Download
Prediksi US-UN SD-MI IPA 2 Download
Prediksi US-UN SD-MI IPA 3 Download
Prediksi US-UN SD-MI IPA 4 Download

PANDUAN PENDAFTARAN/REGISTRASI PROGRAM ALIH FUNGSI GTK

Program Alih Fungsi bertujuan untuk
  1. Meningkatkan kompetensi guru SMK dan SMA yang mengampu mata pelajaran adaptif untuk memperoleh kompetensi keahlian tambahan dan mampu menjadi guru mata pelajaran produktif di SMK.
  2. Memenuhi kebutuhan guru produktif di SMK khususnya untuk 4 bidang prioritas yaitu maritim/kelautan, pertanian, ekonomi kreatif, pariwisata, serta teknologi dan rekayasa.
Program Alih Fungsi GTK

Cara Daftar/Registrasi Program Alih Fungsi
  1. Buka http://alihfungsi.gtk.kemdikbud.go.id
  2. Klik daftar (kananatas)
  3. Masukan kode aktivasi
  4. Klik/centang saya bukan robot
  5. Pilih gambar sesuai dengan instruksi captcha
  6. Klik daftar
  7. Masukkan email dan password untuk membuat akun login. Dianjurkan menggunakan email yang aktif dan password minimal 8 digit angka dan huruf kemudian klik berikutnya
  8. Akun login sudah terbuat , tahap selanjutnya memilih paket keahlian
  9. Daftar paket keahlian
  10. Memilih paket keahlian, dan wajib untuk memilih 2 paket keahlian yang dibuka program alihfungsinya
  11. Daftar pilihan paket keahlian yang muncul adalah paket keahlian yang ada di kabupaten/kota setempat
  12. Pernyataan keasanggupan dipilih tanda chek untuk bisa mengikuti program ini
  13. Paket keahlian sudah terpilih dan selanjutnya menunggu program penempatan magang oleh dinas setempat

PEDOMAN, JADWAL, SAYARAT SIMPOSIUM GTK

Sebagai  implementasi  wujud  kepedulian  pemerintah  agar  guru  selalu  berusaha  berinovasi  dan termotivasi  untuk  meningkatkan  mutu  proses  dan  hasil  pembelajaran,  Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan  (Ditjen GTK) akan menyelenggarakan Simposium Guru  dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam rangka Hari Guru Nasional Tahun  2016

PEDOMAN, JADWAL, SAYARAT SIMPOSIUM GTK

Menurut  Undang Undang  No mor  14  Tahun  2015 tentang  Guru  dan Dosen, Bab I Pasal 1, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,  mengarahkan,  melatih,  menilai,  dan  mengevaluasi  peserta  didik  pada  pendidikan anak  usia  dini  jalur  pendidikan  formal, pendidikan  dasar,  dan  pendidikan  menengah  yang memegang peran utama dalam rangka implementasi fungsi dan upaya mencapai tujuan nasional tersebut.   Untuk   menjalankan   tugas   utama   guru   harus   memiliki   kompetensi: pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.

Simposium GTK Tingkat  Nasional  merupakan  wahana  yang  berguna  untuk  menuangkan  ide, gagasan, dan mencari pemecahan masalah strategis tentang pendidikan dengan melibatkan unsur pakar perguruan tinggi, praktisi pendidikan, pemerhati pendidikan, LSM pendidikan, serta guru,dan  tenaga  kependidikan  berprestasi  tingkat  nasional.  Simposium  ini  juga  mempresentasikan karya  ilmiah  dan  inovasi  pembelajaran  guru  dalam bentuk  seminar  dan  pameran  hasil  karya ilmiah  serta  inovasi  pembelajaran  guru,  pamong  belajar,  tutor  dan  penilik. Berdasarkan  amanat undang-undang  tersebut  di  atas,  maka  pada  tahun  2016akan  menyelenggarakan  kegiatan Simposium Tingkat Nasional pada tanggal 24-25 November 2016.

Untuk  merealisasikan  hal  tersebut, Ditjen  GTK menyusun  pedoman  pelaksanaan  kegiatan simposium,  untuk  menjadi  acuan  pelaksanaan  kegiatan.Kami  mengharapkan  kerjasama dari semua pihak agar kegiatan simposium ini dapat terlaksana dengan baik dan lebih berkualitas.

Persyaratan Simposium GTK
  1. Guru dan/ atau Tenaga Kependidikan jenjang PAUD Dikmas, Dikdas, dan Dikmen
  2. Memiliki NUPTK atau NRG
  3. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  4. Membaca informasi terlebih dahulu
  5. Pendaftaran dilakukan secara online
  6. Panitia tidak menerima pendaftaran berbentuk hardcopy
  7. Panitia tidak menerima pendaftaran melalui email
  8. Peserta harus mengisi Biodata online pada saat pendaftaran
  9. Peserta harus mengisi data dengan benar, jika tidak sesuai dengan dokumen maka panitia berhak memberikan sangsi

Persiapan Simposium GTK
  1. Bacalah aturan dengan sebaik - baiknya
  2. Yang dimaksud aturan adalah aturan pada website ataupun aturan yang ada pada pedoman
  3. Siapkan komputer atau laptop yang terkoneksi dengan internet
  4. pastikan internet saudara stabil dan tidak ada gangguan
  5. Diusahakan menggunakan komputer atau laptop untuk mendapatkan hasil yang maksimal
  6. Gunakan Mouse agar mengurangi kemungkinan salah klik
  7. Gunakan browser yang disarankan: Google Chrome (30.x), Safari for Mac (4.x), Safari for Windows (5.x), Mozilla Firefox (24.x), atau Opera (15.x);
  8. Jangan melakukan pendaftaran dulu jika karya tulis yang akan dikirimkan belum siap.
  9. Peserta harus mengisi data dengan benar, jika tidak sesuai dengan dokumen maka panitia berhak memberikan sangsi

Kewajiaban Peserta Simposium GTK
  1. Saat melakukan pendaftaran saudara harus memilih dengan sesuai jenis satuan pendidikan atau jenjang pendidikan, atau instansi saudara (PAUD-DIKMAS/DIKDAS/DIKMEN/TENDIK)
  2. Setelah pemilihan satuan pendidikan saudara, saudara harus memilih topik yang sesuai dengan karya tulis yang akan saudara kirimkan
  3. Pastikan karya tulis yang akan saudara kirimkan tidak mengandung unsur plagiasi
  4. Karya tulis yang saudara kirimkan harus berformat PDF, dengan ukuran maksimal 3MB

Topik Simposium GTK
No Topik Deskripsi & Contoh
1 Penguatan Pendidikan Karakter di Satuan Pendidikan Penguatan Pendidikan karakter di satuan pendidikan (sekolah) menjadi sangat penting dan diharapkan dapat menjadi solusi dalam perbaikan kualitas sumber daya manusia/siswa sehingga melahirkan generasi yang berkarakter dan menghormati nilai-nilai luhur bangsa dan agama. Anda dapat mengangkat permasalahan-permasalahan di lapangan terkait karakter, misalnya:
  1. "Mewujudkan Sekolah yang Aman dan Nyaman Bagi Peserta Didik", mengingat masih maraknya kekerasan dalam pendidikan, baik yang dilakukan oleh siswa terhadap siswa, oleh siswa terhadap guru, oleh guru terhadap siswa, dan oleh orangtua terhadap guru, berikan solusi mengatasinya. Dalam UU Perlindungan Anak, kekerasan dalam bentuk dan tujuan apapun tidak lagi diperkenankan dalam pendidikan.
  2. "Menguatkan nilai-nilai Kebangsaan dan penghargaan atas kebhinekaan di Sekolah", mengingat mulai tumbuhnya sikap-sikap anti keragaman di kalangan siswa yang dapat mengancam persatuan, kesatuan dan kebhinekaan di Indonesia.
  3. "Mewujudkan tata kelola Sekolah yang Baik, Transparan dan Akuntabel", megingat masih maraknya pungli dan praktek korupsi di berbagai sekolah terkait pengelolaan keuangan yang berasal dari APBN dan APBD, sehingga jika tidak diatasi hal ini akan mengakibatkan pelayanan siswa terganggu dan kualitas pendidikan menurun.
2 Optimalisasi Pendidikan Inklusi Siswa berkebutuhan khusus mendapat perlakukan yang bebeda dalam hal pelayanan pendidikan, sehingga dalam hal pelayanan pendidikannya harus terpisah dari anak-anak yang normal supaya proses pembelajaran tidak terganggu. Sekolah berkebutuhan khusus mengikuti model pendidikan model segresi menempatkan siswa berkebutuhan khusus di sekolah khusus (SLB). Mulai dari Sarana dan prasaran pembelajaran, kurikulum dan guru harus khusus tidak sama dengan sekolah pada umumnya. Saudara dapat menuliskan "tantangan dan harapan dalam Optimalisasi Pendidikan Inklusi". (deskripsi disesuaikan dengan judul/topik) Siswa penyandang disabilitas harus mendapat perlakukan yang sama dalam hal pelayanan pendidikan, sehingga dalam hal pelayanan pendidikannya mereka dapat bersekolah di sekolah-sekolah umum yang ditunjuk menyelenggarakan pendidikan inklusi. Sekolah tersebut wajib melakukan pelayanan pada siswa berkebutuhan khusus tersebut mulai dari sarana dan prasarana pembelajaran sampai gurunya. Jika Ujian Nasional pun pemerintah wajib menyediakan soal Braille bagi siswa tunanetra. Saudara dapat menuliskan :
  1. Tantangan dan harapan dalam Penerapan Pendidikan Inklusi di Sekolah Umum.
  2. Kendala Sekolah Umum penyelenggara Pendidikan Inklusi dalam Pelayanan Berkualitas bagi siswa Berkebutuhan Khusus.
  3. Praktek Terbaik Pelayanan Pendidikan Inklusi di Sekolah Umum.
3 Revitalisasi SMK dalam menghadapi daya saing ketenagakerjaan Pemerintah sedang menggalakkan pendidikan vokasi dan berencana menambah jumlah Sekolah Kejuruan berkali-kali lipat dari yang sudah ada. Hal ini diarahkan untuk menyediakan tenaga kerja terampil di dunia usaha. Langkah ini tentu saja akan menghadapi berbagai kendala dan tantangan. Untuk itu anda dapat menuliskan:
  1. Tantangan dan Harapan Pendidikan Kejuruan di Indonesia.
  2. Kendala Pendidikan Kejuruan di sekolah Negeri.
  3. Praktek Terbaik Pendidikan Kejuruan di Indonesia.
  4. Kompetensi Apa Yang Sesuai Kebutuhan dan Tuntutan Pasar.
  5. Upaya Mengembangkan Pendidikan Kejuruan Kemaritiman dalam Upaya Menunjang Indonesia Sebagai Poros Maritim.
4 Membangun Budaya Literasi di Satuan Pendidikan
  • Budaya seperti disebutkan wikipedia.org diartikan sebagai sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan, dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan literasi dalam Kamus besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan tulis-menulis. Dalam konteks kekinian, literasi atau literer memiliki definisi dan makna yang sangat luas. Literasi bisa berarti melek teknologi, politik, berpikiran kritis dan peka terhadap lingkungan sekitar. Maka secara sederhana, budaya literasi dapat didefinisikan sebagai kemampuan menulis dan membaca masyarakat dalam suatu Negara.
  • Membaca dan menulis belum mengakar kuat dalam budaya bangsa kita. Masyarakat lebih sering menonton atau mendengar dibandingkan membaca apalagi menulis. Kondisi di atas tidak hanya pada kalangan awam (masyarakat umum), lingkungan terpelajar atau dunia pendidikan pun masih jauh dari apa yang disebut budaya literasi. Peserta didik belum tertanam kecintaan membaca. Bahkan tak sedikit dari para guru yang juga sama keadaanya. Itu bisa dibuktikan dengan minimnya jumlah buku yang dimiliki mereka. Perpustakaan sekolah yang tak terawat dapat menjadi saksi bisu betapa civitas akademika itu jauh dari budaya literasi. Sebab itu, di awal tahun pelajaran 2015-2016 yang lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Permendikbud nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, salah satu poinnya mewajibkan para siswa untuk membaca buku 10 � 15 menit sebelum jam belajar dimulai.
  • Ide, gagasan, atau pendapat yang dapat digali terkait dengan budaya literasi :
  1. Pengalaman membiasakan baca � tulis di sekolah
  2. Mengelola perpustakaan sebagai pusat sumber belajar yang menyenangkan
  3. Membaca dan Menulis, Kompetensi Dasar yang harus dimiliki Pendidik
5 Profesionalitas GTK melalui GTK Pembelajar
  1. Perubahan Paradigma Peningkatan Kapasitas GTK.
  2. Kesiapan GTK dalam menghadapi perubahan teknologi.
  3. Modalitas GTK Pembelajar
6 Pelindungan GTK (Hukum, Profesi, K3 dan HaKI) Perlindungan terhadap profesi guru dalam melaksanakan tugas profesinya meliputi:
  • perlindungan hukum
  • perlindungan profesi
  • perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja
Perlindungan tersebut didapatkan dari:
  • pemerintah
  • pemerintah daerah
  • masyarakat
  • organisasi profesi
  • satuan pendidikan tempat guru mengajar
Sebagaimana disebutkan pada UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 39:
  1. Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas.
  2. Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.
  3. Perlindungan hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup perlindungan hukum terhadap tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, atau pihak lain.
  4. Perlindungan profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup perlindungan terhadap pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pemberian imbalan yang tidak wajar, pembatasan dalam penyampaian pandangan, pelecehan terhadap profesi, dan pembatasan/pelarangan lain yang dapat menghambat guru dalam melaksanakan tugas.
  5. Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mencakup perlindungan terhadap risiko gangguan keamanan kerja, kecelakaan kerja, kebakaran pada waktu kerja, bencana alam, kesehatan lingkungan kerja, dan/atau risiko lain.
Bila timbul masalah terkait dengan guru semestinya UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen , PP 74 tahun 2008 yang selama ini digunakan sebagai rujukan untuk menyelesaikannya. Sudahkah guru mendapatkan perlindungan hukum dimaksud ? Ketegasan seorang guru terhadap murid acapkali berujung hukuman pidana. Karena wali murid kerap tidak terima dan menilai tindakan guru terlalu Ketegasan seorang guru terhadap murid acapkali berujung hukuman pidana. Karena wali murid kerap tidak terima dan menilai tindakan guru terlalu berlebihan ???
7 Membangun Integritas di Satuan Pendidikan Integritas adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.
Definisi lain dari integritas adalah suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan nilai dan prinsip.
Pada kehidupan sehari-hari integritas diartikan sebagai kejujuran dan kebenaran dari tindakan seseorang.
Strategi dan upaya kepala sekolah/guru dalam menumbuhkan Integritas di lingkungan sekolah
8 Penilaian Kinerja GTK
  • Masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan Penilaian Kinerja Pendidik (guru, kepala sekolah, pamong belajar) yang obyektif
  • Solusi dalam pemecahan masalah penilaian Kinerja Pendidik
  • Masalah-masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan Penilaian Kinerja Tenaga Kependidikan (pengawas sekolah, penilik) yang obyektif.
  • Solusi dalam pemecahan masalah penilaian Kinerja Tenaga Kependidikan (pengawas sekolah, penilik).
9 Meningkatkan Mutu dan Akses Pendidikan di Daerah Khusus (3T)
  • Peran pendidik dalam meningkatkan mutu dan akses dalam proses pembelajaran di daerah khusus (3T)
  • Peran kepala sekolah dalam meningkatkan tata kelola sekolah di daerah khusus (3T)
  • Peran pengawas sekolah dan penilik dalam melaksanakan supervisi di daerah khusus (3T)
  • Best Practice dalam meningkatkan mutu dan akses pendidikan di daerah khusus (3T)
10 Teknologi Informasi sebagai Media Pembelajaran Perkembangan dunia teknologi sebagai sumber pembelajaran di era globalsasi memberikan keuntungan yang luar biasa terhadap dunia pendidikan.
Teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran dan perkembangan dunia pendidikan, serta pengaruh teknologi informasi dalam menghasilkan keluaran peserta didik yang bermutu dan modern.
Pengaruh apa saja (posisif dan negative) yang dapat disimpulkan dalam perkembangan teknologi informasi

Jadwal Simposium GTK
No Nama Kegiatan Waktu
1 Publikasi dan Sosialisasi 3 Oktober 2016
2 Pendaftaran Calon Peserta Simposium 17 Oktober - 18 November 2016
3 Tes Similarity dan Sitasi 15-19 November 2016
4 Seleksi Administrasi 15-21 November 2016
5 Penetapan 10 karya terbaik dari setiap topik Simposium 22 November 2016
6 Pelaksanaan Seleksi pusat untuk menentukan 3 karya terbaik masingmasin topik (10 Kelas) 23 November 2016
7 Pelaksanaan Simposium 24 November 2016
8 Pengumuman pemenang 1, 2 dan 3 per kelas pada Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2016 25 November 2016

Link Pendaftaran Simposium GTK
Link Login Simposium GTK